Senin, 25 September 2023

22.12 - No comments

Kapalku Bersandar

  


 Namanya perasaan, tidak ada yang tahu kita akan berlabuh di dermaga mana. Tidak ada yang mengerti pula sampai kapan kapal akan bersandar. Aku, kamu, kita, adalah hal-hal yang aku rindukan ketika mungkin kita tidak bersama lagi. Kesepian sambil menggerutu kepergian dari seorang yang disayang. Tidak akan ada yang mengira rasanya akan sesakit ini. Sama halnya dengan kapal yang berjalan diatas gelombang, saat ini semua serba tak seimbang, limbung tak beraturan. 

    Berawal dari kapal kecil, tidak berasa kita sudah sampai disini. Meskipun kapal sudah bersandar, namun aku masih memiliki harapan kapal kita akan pergi berlayar kembali dengan tujuan yang lebih jauh lagi. Sebuah kapal akan bisa berlayar dengan adanya ombak. Namun apadaya ketika ombak berubah menjadi badai yang tak kunjung henti, jalan satu-satunya adalah bersandar sembari berdoa untuk perjalanan yang jauh lebih baik di masa mendatang.

Cinta bukan lah sebuah hitung-hitungan matematika. Tidak semudah 1 ditambah 1 sama dengan 2. Justru sebaliknya, cinta dan perasaan tidak mempunyai hitungan yang pasti, dengan hasil yang berbeda-beda di setiap orang yang menjalaninya.

Jumat, 06 Januari 2023

19.32 - No comments

Have You Ever Been in Love?

  


 Setiap ada pertemuan pasti ada perpisahan. Desember 2022 menjadi titik terendah dalam hidupku. Tiga tahun lamanya aku menjalani hubungan dengan wanita yang begitu sederhana, tidak pernah banyak tingkah, dan selalu bersamaku dalam setiap momen perkuliahan. Agustus 2019 menjadi awal mula perjalanan kami. Berbekal keberanian (dan juga keberuntungan) untuk mengajaknya bermain di kebun binatang yang mana bukan tempat yang lazim untuk dijadikan tempat kencan pertama. Aku bukannya tidak mau mengajaknya nonton film terbaru di bioskop ataupun cafehopping, namun menurutku first date adalah waktu untuk menyelam lebih dalam kepribadiannya lewat percakapan-percakapan yang terucap di sepanjang perjalanan. Hampir 2 jam kami berjalan menyusuri semua hewan di kebun binatang tersebut, 2 jam itu pula aku mulai bertanya pada diri sendiri "apa dia yang selama ini aku cari?".

    Semenjak pertemuan pertama tersebut, alur komunikasi dan pertemuan kita menjadi lebih intens. Namun aku tidak terburu-buru untuk menyatakan cinta padanya. Butuh waktu kurang lebih 3 bulan untuk meyakinkanku bahwa dialah wanita yang selama ini aku cari. Wanita yang tidak pernah mengeluh makanan murah atau mahal, bepergian naik kendaraan apa, dan sebagainya. Aku jatuh cinta pada kesederhanaannya, sesimpel itu. Tidak ada yang namanya pertengkaran selama 3 bulan pertama aku mengenal dia (atau ada satu kali ya ketika aku slow respon ketika sudah mengajaknya jalan). Namun bagiku 3 bulan tersebut menjadi awal yang sangat indah bagi masa perkuliahanku setelah itu.

    November 2019, aku telah yakin pada pilihanku. Tak ada keraguan sedikitpun terkait pilihanku saat itu. Flashback sedikit di masa aku baru putus dengan mantanku yang sebelumnya, aku pernah berdoa untuk mendapatkan wanita dengan sifat a,b,c,d dan ternyata kesemua sifat yang aku pernah minta kepada Tuhan ada di dia semua. Berbekal google forms dengan judul survey hati, dan dengan isi seperti ini:

Tak ada alasan yang pasti dan jelas kenapa aku cinta kamu, tapi yang pasti aku menginginkan aku bahagia denganmu dan tak ingin sampai kamu terluka.

Ketika aku bertemu denganmu, aku tak peduli dengan semuanya. Namun, ketika kamu pergi jauh dariku aku selalu mengharapkanmu. Dan apakah ini cinta?

Aku menyukai dirimu, karena dirimu begitu sederhana, tetapi kesederhanaan itu sangat istimewa di mataku. Hal itu kan bertambah sempurna jika kamu mau menjadi yang spesial di hatiku.

Malam ini sangat indah dengan cahaya rembulan yang memesona, namun akan lebih indah apabila kamu resmi menjadi milikku. 

    Sebuah malam yang indah untuk dikenang, awal dari perjalanan dan harapan kami kedepannya yang kini telah kandas. Tiga tahun kami selalu bersama disaat senang dan susah, tiga tahun yang menjadi pertanda dia-lah yang aku butuhkan. Ibarat mengikuti perlombaan marathon, aku tidak perlu menggunakan sepatu yang mewah dan mahal untuk menyelesaikan marathon tersebut, cukuplah dengan sepatu dengan ukuran yang pas dan nyaman digunakan agar bisa menyelesaikannya dengan baik. Namun, analogi tersebut seperti dimentahkan oleh keadaan, dimana kami pada akhirnya harus berpisah. Jika kamu membaca ini, tolong mengerti, aku sangat menyayangimu dan tidak pernah sedikitpun ingin membuatmu terluka. Terima kasih selama 3 tahun ini kamu selalu menjagaku dan menyemangatiku hingga akhirnya impian kita saat awal kuliah dikabulkan perlahan dikabulkan satu per satu oleh Tuhan.

7 billion smiles, and yours is my favorite

Kamis, 23 Mei 2019

19.38 - No comments

Kilas Balik 2018 Bagian II



Setelah tertunda lama, akhirnya gue bisa nyempetin nyelesein tulisan Kilas Balik 2018 ini. Gue rasa di bagian II ini ceritanya akan lebih banyak ke romansa gue, soalnya di bulan-bulan ini lah gue bertemu sama orang yang ga pernah gue sangka. Yaudah langsung aja kita masuk ke bulan Juni 2018. Cekidot~

Juni
Bulan Juni boleh dibilang jadi bulan yang ditunggu-tunggu banyak orang, soalnya di bulan ini lebaran datang. Gue sipembuh boleh dibilang ga terlalu excited sama lebaran tahun ini, gara-gara ya lebaran kan isinya itu-itu doang, paling yang buat seneng itu bisa kumpul sama keluarga besar dan juga dapet THR. Sebenernya ada satu momen yang gue tunggu-tunggu di bulan ini yaitu gue bakal liburan ke Turki. Liburan kali ini sebenernya jadi dilema buat gue, karena posisinya gue liburan pas seharusnya gue persiapan UTUL UGM di Inten. Tapi karena tabrakan yaudah lah gue pilih liburannya aja. Gue di Turki itu 10 hari dan jalan-jalan muterin kota-kota semacam Istanbul, Konya, Izmir, dan lain sebagainya. Ya intinya gue di Turki dari akhir Juni sampai balik lagi pas awal Juli.

Juli
Udah gue bilang sebelumnya kalo sampai awal Juli gue masih di Turki. Nah waktu itu juga bertepatan sama pengumuman SBM, dan lo tau hasilnya apa? Gue ditolak coy hahaha. Gue udah nyangka si bakal ditolak soalnya gue waktu ngerjain soal SBM udah pusing banget gara-gara ambil IPC. Yaudah akhirnya gue mutusin bakal bales kegagalan ini di UTUL UGM. Gue ikut UTUL itu pas banget baru balik dari Turki. Jadi gue landing di Jakarta hari minggu, dan gue langsung lanjut ke Jogja dan baru sampai di Jogja jam 5 pagi. Trus jam 8 langsung cabut ke lokasi tes. Oiya gue waktu UTUL ambil Soshum doang, soalnya gue udah capek ngerjain IPC. Gue ambil pilihan 1 Manajemen, 2 HI, dan 3 Ilkom. Selang 10 hari setelahnya, alhamdulillah gue berhasil lolos UTUL di pilihan 2 yaitu Hubungan Internasional. Yaudah deh gue langsung urus daftar ulang dan lain sebagainya. Oiya di akhir bulan Juli ini juga gue ketemu sama pujaan hati gue (ceileh) waktu donor darah di PMI. Momen ini bener-bener jadi pembuka jalan gue PDKT ama dia hahaha.

Agustus
Bulan Agustus merupakan saat dimana gue jadi intens komunikasi sama dia, sampai akhirnya dia main ke Jogja dan jadi momen yang ga bakal gue lupain dimana gue jadi ngerasa cocok sama dia. Lalu di bulan ini juga gue pertama kali main ke rumahnya dan ketemu sama nyokapnya. Yaudah intinya bulan Agustus merupakan waktu dimana gue jatuh hati sama cewe yang rasanya terakhir kali gue jatuh hati itu satu tahun yang lalu dan perasaan itu tumbuh lagi seiring kedatangannya.

September
Setelah dirasa masa PDKT sudah cukup, akhirnya gue ngungkapin perasaan gue ke dia. Tapi gue ngungkapinnya lewat surat gitu, trus pas ketemu gue kasih kan ke dia, gue ngomongnya "Ini ada surat pengajuan sumbangan buat ayahmu" dan dia percaya aja dong trus hampir di kasih ke ayahnya wkwk. Akhirnya dia tau perasaan gue ke dia kayak gimana dan gue udah lega juga dia tau perasaan gue. Nah tapi, kita baru jadian tuh satu minggu setelahnya gara-gara pas gue ngasih itu surat pertama kali udah malem dan hari besoknya gue harus balik ke Jogja. Yaudah tepat di hari Jumat yang berkah, kita memutuskan untuk jadian dengan menandatangani surat kontrak wkwk. Terus di hari esoknya, gue ajak dia jalan-jalan keliling kota naik delman istimewa.. eh bukan naik delman deng hahaha. Gue jalan-jalan kan tuh, trus gue kasih dia kayak bucket gitu, nah bedanya kalo bucket biasa kan isinya bunga atau jajan gitu kan, tapi gue ngasih ke dia bucket isi sayur anjir hahahaha. Dia ketawa-ketawa aja soalnya dia ga suka sayur tapi dikasih bucket sayur. Terus selesai jalan-jalan gue balikin dia ke rumah, tapi gegara udah maghrib yaudah gue sekalian main ke rumah dia. Itung-itung bisa dapet minum sama makan gratis kan hahaha. Ga disangka, gue main ke rumahnya ya jelas dong ada orangtuanya, yaudah gue kenalan aja, eh taunya orangtuanya dia kenal sama keluarga besar gue anjir. Ya intinya gitu deh gue jadi ngerasa orang paling bahagia sejagat raya waktu hari itu.

Oktober
Di bulan oktober ini, sebenernya ga ada peristiwa yang penting-penting amat sih. Paling cuma dua momen yang masih gue inget yaitu gue ikutan lomba basket antar jurusan di Fisipol terus ada lomba futsal juga antar Ormada se-UGM. Nah hasil lombanya itu dua-duanya dapet juara 2. Lomba basketnya di final tim gue kalah sama jurusan MKP. Terus waktu lomba futsal, tim gue kalah sama Ormada Kediri. Ya lumayan sih dapet pengalaman baru lagi terus bisa olahragalagi. Secara gue di HI udah jarang banget ikutan futsal sama basket gara-gara mager banget padahal udah disuruh ikutan gabung latihan wkwk. 

November
Bulan November itu jadi bulan dimana dia dateng lagi ke Jogja. Nah waktu dia di Jogja itu bener-bener kita manfaatin waktu buat main bareng. Kita jalan-jalan ke Bunker Kaliadem, terus ke Bantul juga foto-foto di taman bunga matahari. Kita juga kulineran bareng ya intinya kita have fun together dan jadi momen dimana rasa gue ke dia makin bertambah. Oiya di bulan ini juga ada acara malam kesenian Komahi. Di acara ini, gue yang tergabung ke divisi Bebihi (sejenis kewirausahaannya Komahi) nampilin drama gitu. Nah gue ceritanya jadi Naruto trus pake kostum oren-oren. Gara-gara itu akhirnya ada yang manggil gue pake sebutan Dziaruto hahaha.

Desember
Di bulan Desember, tentu aja jadi bulan yang sibuk banget buat semua mahasiswa UGM. Soalnya udah masuk bulan UAS dan pas itu gue dapet tugas salah satu matkul buat makalah 30 halaman. Gila ga sih, sebagai maba (tapi tua) gue diharusin buat makalah minimal 30 halaman, padahal kalo ditambahin 10 halaman lagi udah bisa buat skripsi anjir. Tapi yang namanya deadliner tetap akan menjadi deadliner. Gue baru ngerjain tugas itu H-2 dan tau-tau gue bisa survive anjir hahaha. Trus di bulan ini setelah UAS kelar, gue sama temen-temen kelas pergi tamasya ke pantai di Gunung Kidul. Kita berangkat pagi jam 9 dan baru balik jam 6 sore. Tapi, gue seneng bisa main bareng temen-temen soalnya jarang-jarang yekan. 

Yaudah paling itu aja yang bisa gue ceritain. Gue ngerasa di tahun 2018 ini gue banyak banget beruntungnya dibanding apesnya. Bersyukur juga gue bisa ketemu sama temen-temen baru dan banyak pengalaman baru juga selama 2018. Gue kalo disuruh milih mau balik ke tahun berapa buat ngulangin semuanya, pasti gue bakal milih tahun 2018, karena banyak banget kejadian-kejadian yang memorable buat gue. Ya meskipun gue ga bisa ngulang waktu, tapi seenggaknya gue bisa mengenang dengan membaca tulisan ini di tahun-tahun yang akan datang. Semoga juga di tahun-tahun setelah 2018, gue masih dinaungi keberuntungan yang tampaknya udah nggak lagi hehe. 

Salam hangat,



A. Dzia

Minggu, 13 Januari 2019

05.44 - No comments

Kilas Balik 2018 Bagian I



Ga terasa tahun 2018 udah berlalu dengan cepat. Gue juga baru inget kalo terakhir gue ngeblog tuh udah setahun juga. Maklum, di tahun 2018 kemaren banyak banget target-target yang pengin gue capai dan puji syukur ada beberapa target yang bisa gue capai. Oiya, kali ini gue mau ngeblog tentang gimana tahun 2018 berjalan. Gue akan bagi kilas balik ini jadi 2 bagian karena di bagian pertama kayaknya bakal banyak banget. Oke kita mulai kilas balik ini dari bulan Januari. Cekidot!

Januari
Jujur aja ya, di bulan ini gue lewatin dengan susah payah. Waktu berjalan juga kayaknya lambat banget walau akhirnya bisa gue lewati dengan cukup baik. Di bulan ini gue memutuskan untuk ikut bimbel SBMPTN di Bandung. Gue di Bandung itu 3 minggu, tapi rasanya kayak lama banget. Kerasa lama itu gara-gara gue sendirian disana dan kebetulan waktu itu temen-temen gue yang kuliah di Bandung lagi balik kampung semua (meskipun satu minggu terakhir gue disana, temen-temen gue udah pada balik Bandung si). Praktis 2 minggu awal gue jalani tanpa ada temen. Oiya, gue di Bandung ambil kelas privat, makanya ga dapet kenalan temen bimbel waktu disana.
Kenapa gue ambil bimbel di Bandung? Semua bermula ketika anaknya temen nyokap gue berhasil lolos FK gara-gara ikutan bimbel di Bandung ini, makanya gue disuruh ikutan bimbel disitu juga.  Gue disitu ambil kelas privat fokus FK. Seminggu itu full kegiatan bimbel. Senin sampai Sabtu tiap pagi sampai sore itu materi SBM dan hari Minggu itu TryOut pagi sampai siang. Gue bener-bener sendiri waktu itu di Bandung ga ada temen ga ada keluarga dan 2 minggu awal gue sering kepikiran "Kapan ya gue waktu liburan gini bisa main sama temen-temen? Bukan bimbel gini cape banget kuras pikiran". Meskipun gitu, gue tetep jalanin kelas 3 minggu itu tanpa bolos dan tiap keluar hasil TryOut gue bisa senyum-senyum bangga ke diri gue sendiri karena hasilnya ngelebihin ekspektasi gue.
Beruntung di minggu terakhir gue di Bandung, temen-temen gue akhirnya pada balik juga dan berakhir lah kesendirian gue disana dengan jalan-jalan keliling Bandung. Mulai dari jalan-jalan mall ke mall, Asia Afrika, Braga, Alun-alun, sampai main ke dalem ITB waktu malem hari. Terima kasih buat Rifda (temen gue di Agrobisnis, mojang sunda tulen), Taufik dan Malika (Temen SMA gue yang kuliah di ITB) karena berkat kalian gue bisa keliling-keliling Bandung ga sendirian!
Oiya, di akhir Januari gue juga nyempetin nonton IBL bareng temen-temen gue di Jogja. Lumayan lah buat refreshing sehabis 3 minggu digenjot materi sama tryout SBM! Hahaha

Februari
Di awal bulan ini gue nyempetin buat jalan-jalan ke Singapura. Ya meskipun cuma 3 hari tapi lumayan buat kejenuhan gue hilang seketika. Disana gue pertama kali nyobain hunting foto berdua bareng abang gue keliling-keliling Singapura naik Bus. Ternyata asyik juga jelajah Singapura, bukan ke tempat yang itu-itu aja!
Nah beberapa hari setelah gue balik dari Singapura tuh waktunya anak UGM buat ngisi KRS. Pengisian KRS lewat web Palawa jurusan gue tuh jadwalnya pagi hari jam 7 dan harus cepet-cepetan sama yang lain biar dapet kelas yang dosennya ga killer dan kalian tau kelanjutannya? Gue jam 7 ga bisa buka Palawa gue sampe jam 8 gara-gara bukanya pake kuota Indo*sat! Temen gue yang waktu itu ngisi bareng gue bisa buka Palawa gara-gara dia pake Telkom*sel! Akhirnya kuliah gue di semester 2 diisi sama dosen-dosen killer cuma gara-gara salah milih kartu perdana waktu ngisi KRS!

Maret
Di bulan ini gue udah males kuliah gara-gara KRS-an kemarin dan pengin fokus belajar SBM. Nah di awal bulan ini lah gue mulai kepikiran banting setir dari yang awalnya pengin masuk FK tapi bimbang gara-gara pengin masuk Manajemen. Ide ini berawal gara-gara gue di awal Maret sit-in di kelas Hukum Lingkungan FH. Lu tau kenapa gue berani sit-in di FH padahal gue anak FPN? Cuma gara-gara gue pengin kenalan sama cewe meskipun ga jadi kenalan gara-gara gue grogi setengah mati pas duduk di sebelahnya! Hahaha. Berawal dari situ lah gue jadi kepikiran pengin masuk Soshum gara-gara kelasnya lebih santai daripada Saintek. Akhirnya gue nekat beli voucher Zenius buat belajar Soshum dari nol! Bayangin aja waktu buat SBM tinggal 2 bulan tapi gue malah baru belajar Soshum. Terima kasih buat Oshi yang mau-maunya bantuin gue kenalan sama cewe FH yang gue tau dari IG meskipun ga berhasil kenalan! Hahaha

April
April tahun kemaren itu gue bener-bener stop dari kuliah gue di FPN. Nah terus gue ngapain dong tiap harinya? Jadi tuh pagi sampai siang gue berangkat ke Perpustakaan Pusat lantai 4 buat belajar Soshum. Siang sampai sore gue tidur, dan malemnya gue latihan basket. Nah di bulan ini juga waktu dimana gue disebelin sama orang tua gue. Ya gimana ga sebel coba, orang kemaren Januari udah belajar buat masuk FK 3 minggu di Bandung, eh taunya pas SBM pengin ambil Soshum. Nah pertengahan April juga gue daftar bimbel di daerah Kotabaru, Jogja. Awalnya gue daftar bimbel Saintek dan selama 2 hari gue masuk kelas Saintek. Tapi akhirnya gue pindah ke kelas Soshum gara-gara debat panjang lewat telepon sama orang tua gue. Diambil keputusan kalo gue ga masalah ikut kelas Soshum tapi malemnya di rumah gue harus belajar Saintek (meskipun gue malemnya ga pernah belajar Saintek). Nah pas pendaftaran SBM juga diputuskan kalo gue ikut IPC alias ujian campuran Saintek-Soshum. Lu tau gue ngisi prodinya apa aja? Pilihan pertama FK Unsoed dan pilihan kedua Manajemen UGM. Gila kan?!

Mei
Nah di bulan ini lah masa depan gue ditentukan. Pas hari-H SBM gue bener-bener ga ambil pusing, let it flow aja. Tapi kenyataan di lapangan beda sama ekspektasi. Gue bener-bener pusing waktu ngerjain Saintek yang imbasnya gue ga maksimal waktu ngerjain Soshum. Pas ngerjain Soshum itu udah cape banget mikir soalnya otak gue udah digenjot dari jam 8 pagi. Yaudah deh gue keluar ruangan pasrah aja soalnya ini juga menurut gue kesalahan banget ambil IPC, jadi ga maksimal Saintek sama Soshumnya.
Kelar SBM jam 3an, gue langsung buru-buru buat berangkat ke Semarang soalnya gue ada lomba basket bareng tim FPN. Gue berangkat kesana tuh boncengan berdua ama temen gue si Thor. Udah 2 Jam perjalanan dan lu tau begonya gue ga? Gue kelupaan bawa alat mandi, daleman, sama handuk! Walhasil duit gue langsung kekuras gara-gara beli itu semua yang ketinggalan di minimarket, padahal gue ke Semarang tuh cuma bawa duit sekian ratus dan di hari terakhir gue balik pake kereta itu duit bener-bener habis.
Nah di Semarang ini bener-bener momen yang ga bisa gue lupain soalnya gue dapet pengalaman berharga. Mulai dari surprise ulang tahun sama temen-temen gue dan juga gue dapet hadiah yang berkesan yaitu juara 1 lomba basket waktu itu! Kalo diinget-inget ada cerita lucu pas malam terakhir di Semarang. Waktu itu satu tim baru balik ke Kost jam 2 pagi gegara kita makan-makan dulu di McD. Nah ketika yang lain pada tidur, gue diajak kating gue nemenin anterin pacarnya ke Kost temennya dan baru balik Kost lagi itu jam 3. Padahal jam 5 itu gue harus ke stasiun buat balik ke Purwokerto. Awalnya gue jam 3 itu ga pengin tidur, tapi karena kating gue berniat ga tidur juga yaudah gue bilang "Gue tidur dulu ya, lu bangunin gue jam 4 lebih". Dia oke-oke aja. Eh taunya gue baru bangun jam 5 kurang 15 dan gue itu baru sadar kalo keretanya 15 menit lagi. Akhirnya gue yang malemnya belum sempet packing keteteran dan beberapa barang gue terpaksa gue titipin ke temen buat bawa balik ke Jogja. 
Inget banget waktu itu gue dianterin mas Blodot ke stasiun baru otw itu jam 5 kurang 10. Nah sampai di stasiun itu waktu jam 5 kurang 1 menit, walhasil gue lari-larian kayak di film 5cm buat ngejar kereta! Beruntungnya gue karena masih bisa ngejar kereta padahal dalam keadaan teler cape banget hahaha.
Terima kasih buat temen-temen basket FPN karena masih ngijinin gue ikut Event buat yang terakhir kalinya ngewakilin FPN. Terima kasih juga buat mas Ajis karena udah bisa jadi kapten yang ngangkat mental satu tim padahal lagi down di Halftime gara-gara ketinggalan beberapa poin di final sampai akhirnya bisa jadi juara. Love you all!

To be continued..

Minggu, 18 Maret 2018

09.09 - No comments

Rindu


Pernah ga sih lo kangen sama masa kecil lo? Masa dimana lo cuma mikir besok sore mau main apa bareng temen-temen lo? Masa dimana yang duduk paling rapi bakal pulang duluan. Terus akhirnya lo bisa ngerencanain lo mau ngapain balik sekolah. Kemarin main petak umpet, hari ini main gobag sodor, besok main bola, dan lain sebagainya. Masalah utama yang lo rasain cuma PR matematika yang gurunya galak minta ampun atau kalo lo lagi demen banget ama satu mainan tapi lo ga dibolehin beli. 

Pernah ga si lo kalo pulang sekolah kerjaannya mandi, ganti baju, trus lari ke rumah temen lo cuma buat main rame-rame sampe kedengeran suara adzan maghrib. Masa dimana bocah-bocah ga punya gadget. Boro-boro gadget, main playstation aja harus rame-rame ke rental. Ke rental biasanya hari minggu pagi tuh sehabis main bola di lapangan deket rumah. Habis main bola trus janjian ke rental ame-rame mainnya game bola juga atau ngga ya main tarung-tarungan gitu. Ajak temen yang banyak biar urunannya dikit. Maklum lah masih bocah uang sakunya sehari goceng.

Pernah ga si lo keinget masa dimana lo tiap dua kali seminggu lo sore-sore dianterin ke masjid buat belajar ngaji? Pake baju koko, pake songkok item, bawa tas isinya buku Iqro' sama kartu prestasinya. Pas sampe di masjid mah ngajinya setengah jam, malah seringnya kurang dari itu, nah main bareng temen-temennya yang lama. Ngobrol ngalor-ngidul, ketawa ga tau karena apa gitu gue lupa, lari-larian di masjid. Nah momen-momen ini nih yang ga bakal lo temuin lagi di jaman sekarang.

Gue jadi keinget, dulu waktu libur tuh pagi-pagi sering main sepeda bareng temen-temen. Mainnya yang jauh sekalian karena bisa buat dibangga-banggain tuh. Kan biasanya ada temen yang tanya "Eh lo kalo main sepeda paling jauh kemana? Kalo gue sampe sini loh, jauh kan? Haha". Pernah juga gue main layangan. Sebenernya yang asyik dari main layangan itu bukan nerbanginnya. Tapi waktu lo udah main gesek ama layangan anak lain trus layangan anak lain itu putus. Akhirnya temen-temen lo pada ngejar tuh layangan yang putus sejauh apapun layangan itu jatuhnya dimana.

Waktu kecil dulu gue juga cuma ngerasain yang namanya persaingan tuh waktu 17-an doang. Gimana caranya gue ngalahin temen-temen gue waktu masukin paku ke gelas, cepet-cepetan makan kerupuk, maupun pindahin kelereng pake sendok. Nah sekarang, persaingan bocah-bocah malah buat jadian ama cewek. Gimana Indonesia mau maju coba kalo anak kecilnya udah mikirin cinta waktu SD. 

Dari semua cerita gue diatas, gue jadi bersyukur akan satu hal, yaitu gue belum ngerasain apa yang namanya gadget waktu kecil dulu. Coba kalo gue udah ngerasain apa yang namanya gadget, pasti gue ga bisa cerita banyak di atas. Ya kali gue cerita kalo waktu kecil gue main Mobile Legend trus dapet rank tinggi kan ga seru banget tuh. Kayak hidup gue hambar banget isinya Mobile Legend mulu. Terus gue juga bersyukur waktu kecil gue belum ngerti yang namanya sosial media. Coba kalo kecil dulu gue udah punya FB, Twitter, IG, dan antek-anteknya, pasti gue ga bakal bisa cerita banyak tentang masa kecil gue. 

Ringkasnya gini, masa kecil gue itu masa dimana main bareng temen-temen adalah suatu kewajiban. Masa dimana kalo lo ngambek tuh ada temen yang peduli ama lo padahal temen lo itu ga ngerti apapun. Masa dimana dengan duit goceng-pun lo bisa bahagia asalkan itu lo habisin bareng temen-temen lo. Intinya gue kangen ama masa kecil gue!

Yang sedang rindu,


A. Dzia

Selasa, 09 Januari 2018

02.43 - No comments

Semester Satu

Hello guys, lama bener nih gua udah ga ngisi blog lagi. Mumpung sekarang gue lagi kosong, yaudah deh gue isi sedikit momen-momen berkesan selama semester satu gue di kampus. Oh iya by the way status gue sekarang menjadi mahasiswa Agribisnis di Universitas Gudang Mantu Universitas Gadjah Mada. Selama satu semester kemarin, menurut gue ada tiga kegiatan yang paling berkesan dan ga akan gue lupain seumur hidup gue. Langsung aja deh gue kasih tau lu semua tiga kegiatan itu apa aja.

     1.   PPSMB Palapa 2017

Formasi Logo UGM
Jadi, PPSMB Palapa 2017 (selanjutnya gue sebut PPSMB) itu merupakan ospeknya UGM guys. Nah PPSMB sendiri dibagi menjadi PPSMB universitas dan fakultas. Untuk hari ke-1 dan ke-2 itu PPSMB universitas, sedangkan hari ke-3 dan ke-4 itu PPSMB fakultas. Gue akan nyeritain dulu PPSMB univ dulu nih. Jadi, di PPSMB univ, semua gamada (Gadjah Mada Muda) yang kalo gasalah berjumlah 9000-an akan dibagi ke ratusan gugus. Di gugus itu anggotanya berasal dari berbagai fakultas di UGM. Tujuannya biar lo semua punya kenalan di tiap fakultas dan menunjukkan bahwa di UGM ga ada yang namanya rivalitas antar fakultas. Di PPSMB univ ini lo bakal dapet materi dari kakak-kakak Co-fasilitator (Cofas) tentang banyak hal deh. Gue sendiri masuk kedalam gugus Soehardi Tjahjono Barat 35. Di PPSMB ini udah ga ada yang namanya perploncoan lagi dan isinya full materi dari jam 07.00 - 15.00. Mantap kan? hahaha

Kelompok Napoleon
Selanjutnya, hari ke-3 dan ke-4 adalah PPSMB fakultas. Nah PPSMB fakultas di tiap fakultas ada namanya lho. Untuk Faperta sendiri namanya adalah PPSMB Organik, kalo fakultas yang lain ga inget dah gue wkwk. Di PPSMB fakultas materinya beda-beda satu fakultas dengan fakultas lainnya, tergantung sama bidang fakultas masing-masing. Disini gue masuk di kelompok Napoleon. Di kelompok ini ada yang dari Padang, Medan, Papua, dan yang lainnya yang ga bisa gue sebutin satu-satu. Pokoknya seru deh!

Soehardi Tjahjono 35
Nah untuk hari ke-5 isinya softskill dengan mentor. Di softskill ini kita balik lagi nih ke kelompok PPSMB univ. Kelompok gue sendiri kebagian mentornya sama Pak Kagamma, alumni psikologi UGM. Pak Kagamma sendiri berhasil membuat materi softskill kelompok gue yang pertama pada ngira ini bakal ngebosenin ternya salah. Beruntung banget kelompok gue dapet mentor kayak Pak Kagamma ini. Udah materinya dapet, fun-nya pun dapet. Kompor gas deh!

Terakhir, hari ke-6. Hari ke-6 semua Gamada dikumpulin jadi satu nih di Lapangan Pancasila. Fyi, pas itu ga boleh asal duduk semaunya guys, tetapi udah diatur sama panitia berdasarkan warna caping yang lo pakai. Nah isi dari hari ke-6 sendiri ya gitu deh, intinya panas, sumpek, dan gerah jadi satu. Acaranya dengerin orasi-orasi gitu yang diisi sama rektor, menteri alumnus UGM, dan banyak lagi. Pas acara udah kelar semua, baru deh foto-foto bareng satu gugus.

     2.  Porsenigama 2017

Kegiatan selanjutnya yaitu Pekan Olahraga dan Seni Gadjah Mada atau yang biasa disebut Porsenigama. Di Porsenigama ini, lo semua yang punya bakat di bidang olahraga dan seni bisa unjuk gigi nih. Gue sendiri di Porsenigama 2017 ikut dua cabang olahraga yaitu basket dan futsal. Jujur aja ya, dengan ikut dua cabor itu bikin gue capek bro. Bayangin aja, satu cabor itu latihannya dua kali sepekan, itu berarti gue harus meluangkan waktu gue empat kali sepekan untuk latihan. Itu belum ditambah sama ngelaprak yang gue lakuin tiga kali sepekan. Udah badan capek habis latian, terus masih ada tanggungan laprak yang harus gue kerjain. Oke sesi curhat selesai.

Basket Faperta
Cabor pertama yaitu basket. Di basket pertanian sendiri gue bertemu dengan teman-teman baru yang sangat menyenangkan. Selama gue latian bareng basket pertanian, jujur aja gue ngerasa skill gue jauh lebih baik dari gue SMA. Basket pertanian sendiri waktu Porsenigama kalah di perempat final sama fakultas teknik. Sumpah, pas lawan teknik itu bakal jadi kenangn yang ga bakal gue lupain. Bayangin aja, lu harus main lepas sedangkan suporter lawan banyak banget sampai kalo ngomong sama temen lo harus teriak-teriak. Walaupun kita kalah, tetapi ga buat kita down, soalnya di semester dua bakal ada dua event di luar UGM yang buat kita harus tetap optimis, apalagi basket pertanian jadi juara bertahan di salah satu event yang ada di Semarang.

Futsal Faperta
Cabor kedua yaitu futsal. Nah untuk futsal sendiri dilaksanain dua minggu setelah cabor basket selesai guys. Karena itu, setelah gue lolos seleksi tim futsal pertanian, gue ga bisa ikutan latian karena gue juga harus latian basket yang mulai tiga kali seminggu karena waktunya udah mepet. Baru deh setelah cabor basket selesai, gue baru bisa ikutan latian futsal. Futsal sendiri dapet peringkat empat di Porsenigama tahun ini. Di semifinal kalah sama fakultas kehutanan dan di perebutan juara ketiga kalah sama fakultas isipol. Dari futsal pertanian sendiri gue belajar kalo lo mau jadi juara, lo harus keluarin apa yang lo bisa ketika lo dikasih waktu bermain sama pelatih.

     3.  Praktikum

Nah yang kegiatan terakhir nih yang sangat berkesan, Praktikum! Meskipun praktikum masih ada di semester-semester selanjutnya, tapi siapa sih yang bisa lupain praktikum perdana lo. Sebenernya praktikum itu asyik bro, tapi lo tau ga yang bikin ga asyik? Laporannya! Fyi aja nih, semua laporan di semester satu itu ditulis tangan! Bahkan ada satu praktikum yang mewajibkan semua isi laporan harus ditulis tangan! Mulai dari cover, isi, dan grafik segala harus ditulis tangan. Bahkan gue rela ga tidur semaleman buat nulis empat laporan praktikum yang satu praktikumnya itu minimal 6 halaman.  

Praktikum di kuliah sendiri itu beda banget sama di SMA bro. Lu telat lebih dari lima menit, lu dianggap ga hadir dan ga boleh ikutan praktikum. Lu izin ga ikut praktikum? Ya lo harus praktikum sendiri dengan fakultas lain dan itu pun lo harus bayar! Ikutan praktikum pun ada syaratnya, lo harus berpakaian sesuai prosedur dan mengumpulkan laporan praktikum buat masuk lab doang! Sebelum praktikum dimulai lo harus ngerjain pre-test terlebih dahulu dengan materi mengenai bahasan praktikum yang akan lo lakuin. So, praktikum semester satu bakal gue inget seumur hidup gue, karena banyak kenangan lucu ketika lo praktikum.

Udeh gitu dulu yang bisa gue ceritain, lain kali kalo gue ada cerita atau uneg-uneg yang pengen gue share gue bakal ngisi blog lagi. Oiya nih pesan buat lo semua yang jadi mahasiswa. Kalo bisa lo jangan jadi mahasiswa kupu-kupu (kuliah pulang – kuliah pulang). Meskipun lo ga mau ikutan organisasi, ya paling ngga lo bisa ikutan kegiatan yang bisa buat nambah relasi. Soalnya relasi itu penting bro buat masa depan. Mumpung masih muda, cari teman sebanyak-banyaknya dengan ikutan berbagai macam kegiatan. Oke sekarang gue udah capek ngetik, gue cabut dulu!

Bocah Edan,

A.Dzia



Minggu, 16 April 2017

05.45 - No comments

Biarkan Aku



Kututup wajah ini dengan tangan
Bukan karena aku sedih
Tapi karena malu yang terlepas

Kutahan semua pertanyaan
Bukan karena aku lelah
Tapi karena tak ada kata terucap

Aku ingin pergi sendiri
Bukan karena aku takut
Tapi karena kau hiraukan

Tengoklah sekitar
Lepaskan pandangan liarmu
Jangan kau tak peduli
Pada apa yang terjadi

Ikhlasku
Kalau itu yang kau mau
Biarlah terbang
Karena yang terbaik akan kembali

Jumat, 14 April 2017

10.25 - 4 comments

Akhir Sebuah Kisah

Untukmu, sahabatku.

Banyak orang jika ditanya, "Masa yang paling berkesan dalam hidup?' mungkin akan menjawab dengan jawaban yang sama. "SMA!". Tak bisa dipungkiri, masa SMA adalah masa yang paling berkesan karena banyak hal baik suka dan duka yang kita goreskan dalam buku kehidupan kita.

Saat pertama kali masuk SMA, dimana kita masih polos-polosnya, dimana kita masih cupu-cupunya kita mungkin belum mengerti apa SMA itu. Dimana semua hal yang kita lakukan akan kita kenang karena kita tak bisa mengulang momen itu. Momen yang mungkin 5, 10, 15, 30 tahun berikutnya kita akan mengenangnya dengan gelak tawa.

Siapa sangka, tingkah kita saat itu yang suka tidur dalam kelas, datang gasik hanya untuk menyalin PR, mencontek saat ulangan, tebar pesona via kegiatan internal sekolah, kabur ke kantin karena pelajaran yang gabut, dan sebagainya akan menjadi sebuah kisah yang manis untuk diceritakan saat tua nanti.

Dan yang paling berkesan adalah persahabatan kita saat SMA. Tempat dimana kita mencurahkan pahitnya cinta kepada mereka, tempat dimana kita bahu membahu dalam urusan contek-mencontek karena tak ingin melihat teman kita gagal, kabur jutin sampai akhirnya dimarahin kakak DA, dan yang tak terlupakan adalah bagaimana kekompakan kita saat itu membuat kita dapat menjadi yang terbaik di SSL. Jadi, dimana lagi kita akan mendapat persahabatan seperti itu selain di SMA?

Jangan lupakan juga guru-guru kita yang sangat berjasa dalam membentuk diri kita saat ini. Jujur, meskipun guru-guru di SMA mempunyai beragam sifat, tetapi kita akan merindukan mereka saat lulus nanti. Baik guru yang sangat perhatian kepada murid, guru yang perhatian hanya kepada murid yang cantik, guru yang moody, guru yang selalu membuat jantung berdetak lebih kencang, dan guru yang sukanya melawak meskipun garingnya sampai kriuk. Walaupun kita sering bandel dengan tidur di kelas atau bahkan mlipir ke kantin, tapi ternyata hal itulah yang membuat kenangan itu menjadi sangat berarti di waktu kita udah ga bersama lagi.

Semua cerita di sekolah ini telah berakhir. Persahabatan, cinta, kebahagiaan, dan semua momen akan menjadi akhir yang menyedihkan. Tapi, aku bersyukur karena telah memiliki waktu untuk mengenal dan bertemu kalian disini, teman-teman terbaikku, guru-guruku, keluargaku. Memang semua kenangan ini tak bisa kita ulang, tetapi bolehkah aku untuk tetap menyimpan semua kenangan kita dalam kotak memoriku? Dan bolehkah aku menceritakan persahabatan abadi kita kepada anak cucuku kelak?


Terima kasih, sahabatku. Aku sayang kalian.



"Persahabatan bukan dilihat dari seberapa lama kalian bersama, tetapi bagaimana kalian menjalani persahabatan itu."

Selasa, 19 Juli 2016

09.16 - No comments

Petugas Upacara


Selamat malam! Ya, sebelum saya mulai disibukkan dengan kegiatan-kegiatan khas anak kelas 12 yang mulai njlemit. Izinkan saya untuk berbagi sebuah cerita yang mungkin akan jadi cerita terakhir saya di bulan ini, atau mungkin di triwulan ini? Entah saya juga tidak tahu. Nah jadi di postingan kali ini, saya ingin bercerita tentang pengalaman menjadi petugas upacara. Mulai dari masih SD sampai sekarang SMA. 

Jadi petugas upacara waktu SD itu pengalaman berharga banget. Kenapa? Karena semua guru dan teman-teman di sekolahmu jadi tahu kamu! Hahaha. Jadi waktu itu kalau tidak salah kelas 4, kelas saya kebagian jatah untuk jadi petugas upacara. Nah yang nentuin anak kelas tugasnya ngapain itu wali kelasnya. Dan saya kebagian untuk jadi pemimpin upacara. Waktu itu kalau jadi petugas upacara namanya bisa dilihat di lobby SD, sehingga semua siswa yang lalu lalang di lobby bisa melihat siapa yang jadi petugas upacara di hari Senin depan. Maka dari itu selain bisa lihat di hari H, siswa lain juga bisa tahu siapa yang jadi petugas dari papan itu hahaha. Upacara pertama sebagai petugas berjalan lancar dan tidak ada kurang suatu apapun. Hamdalah. Next, saat SMP!

Nah kalau di SMP semua petugas upacara itu dari kelas 9, tidak tahu kalau sekarang bagaimana. Jadi pertama kali saya bertugas jadi petugas di SMP ya waktu kelas 9. Waktu itu saya jadi pengibar bendera untuk pertama kalinya, dan partner saya waktu itu adalah Ardimas dan Ramzi. Latihan buat upacara juga hanya dilakukan sebanyak 2 kali, yaitu hari Jumat dan Senin pagi-pagi sekali. Karena kami bertiga sama-sama belum pernah jadi pengibar bendera akhirnya kami dilatih oleh kelas 11 SMAIT. Karena mepetnya waktu, latihannya pun hanya berlangsung 1 jam dan dilatih langkah tegap dan cara pengibaran. Hamdalah pengibaran di hari senin berhasil dan karena itu kalau ada upacara lagi kami bertiga selalu ditanya mau jadi pengibar lagi tidak oleh guru waktu itu hahaha. Next, saat SMA.

Di SMA ada pahit manisnya jadi petugas. Kalau pahit ya pahit banget. Kalau manis ya manis banget. Nah disini saya akan membagikan pegalaman yang manis saja. Pahitnya udah lupakan hahaha. Bisa jadi Paskibraka Kabupaten, ngibarin di Alun-Alun (meskipun cuma pakai bendera latihan), nurunin bendera di Alun-Alun (kalau ini pakai bendera merah putih), ikut lomba tub (meskipun cuma dapet peringkat 3), sampai dipercaya menjadi pengibar saat upacara HUT sekolah dan kemarin upacara pembukaan Pengenalan Lingkungan Sekolah. Khusus di upacara PPLS kemarin, itu merupakan terakhir kalinya saya bertugas sebagai petugas upacara. Dan kemarin sangat berkesan karena inspektur upacaranya adalah Bapak Bupati dan pesertanya sampa 3000an siswa baru di Purwokerto. 

Berakhir sudah kewajiban saya sebagai petugas upacara. Entah jadi apapun kamu saat upacara, khidmatlah. Toh kamu cuma berdiri, bukan dengan berperang melawan musuh untuk mempertahankan NKRI. Hormati jasa mereka yang sudah rela berkorban untuk Merah Putih dengan khidmat mengikuti upacara. Dan untuk kamu yang akan bertugas, lakukan tugasmu dengan baik, jangan buang kepercayaan orang yang sudah mempercayaimu sebagai petugas. 

Regards,
Dzia


Kamis, 07 Juli 2016

05.58 - 1 comment

Fitrah



“Tidaklah setiap anak yang lahir kecuali dilahirkan dalam keadaan fitrah. Maka kedua orangtuanyalah yang akan menjadikannya sebagai Yahudi, Nasrani, atau Majusi. Seperti hewan melahirkan anaknya yang sempurna, apakah kalian melihat darinya buntung (pada telinga)?”

Hadits diriwayatkan oleh Al-Imam Malik dalam Al-Muwaththa` (no. 507); Al-Imam Ahmad  dalam Musnad-nya (no. 8739); Al-Imam Al-Bukhari dalam Kitabul Jana`iz (no. 1358, 1359, 1385), Kitabut Tafsir (no. 4775), Kitabul Qadar (no. 6599); Al-Imam Muslim  dalam Kitabul Qadar (no. 2658).

Jika kita melihat hadits diatas, makna fitrah bukan hanya berkaitan dengan dosa, namun berkaitan dengan akidah. “menjadikannya sebagai Yahudi, Nasrani, atau Majusi” artinya ini adalah perubahan akidah dari akidah asal (fitrah) dan apalagi jika bukan akidah Islam yang lurus. Setiap bayi itu dilahirkan dengan akidah yang lurus, namun diubah oleh orang tuanya menjadi Nasrani, Yahudi, dan Majusi. Anda kembali seperti bayi, artinya kembali memiliki akidah yang lurus.

Memang benar kita sudah ditempa satu bulan penuh, tapi apa artinya kalau setelah Ramadhan perilaku kita tidak lebih baik dari sebelumnya? Bukankah terlalu munafik jika kita menyebut diri kita sudah kembali fitrah? Padahal belum tentu kita sudah kembali fitrah. Memang anda tahu amal kita diterima atau tidak? Perlu diketahui bahwasanya Ramadhan itu tidak menggugurkan dosa besar. Coba lihat hadist dibawah ini:

“Antara shalat 5 waktu, jumatan ke jumatan berikutnya, ramadhan hingga ramadhan berikutnya, akan menjadi kaffarah dosa yang dilakukan diantara amal ibadah itu, selama dosa-dosa besar dijauhi.” (HR. Ahmad 9197 dan Muslim 233).

Disitu tertulis "selama dosa-dosa besar dijauhi." Adanya syarat tersebut menunjukkan bahwa amal-amal perbuatan yang disebutkan tadi ternyata tidak cukup untuk menggugurkan dosa besar dengan sendirinya. Yang bisa digugurkan hanya dosa-dosa kecil. Bukankah terlalu hina jika kita menyebut diri kita sudah kembali ke fitrah?

Baru saja saya melihat banyak anak-anak remaja duduk-duduk di pelataran masjid. Tapi apa yang mereka lakukan ketika adzan sudah berkumandang? Mereka menghiraukannya, padahal hari itu baru H+1 lebaran! Mindset Fitrah memang seharusnya dihilangkan. Karena secara tidak langsung juga membuat manusia lupa diri. Mentang-mentang (katanya) sudah digugurkan dosa-dosanya, berbuat sesukanya. Apakah manusia harus ditimpa musibah terlebih dahulu agar ingat pada Yang Maha Pencipta? 

Wallahu A'lam Bish-Shawab.

Kamis, 23 Juni 2016

03.40 - No comments

Cerita Cinta by Kahitna



Berawal dari mata indahnya senyumanMengapa harus resah?Berawal tatap mata hangatnya sapamuMengapa jadi gundah?
Tak kusangka kita samaTelah menyimpan getar cinta
Biar cinta gelora di dadaBiar cinta memadukan kitaCerita cinta pertama kurasaJangan pernah berakhir cerita cinta kita
Kini rindu yang kupunya hanya untukmuHanya padamuApabila kita memang mesti bersatuMengapa harus ragu?
Dunia seakan bercandaMelihat cerita kita

Jumat, 17 Juni 2016

07.23 - No comments

Anak Anakmu by Kahlil Gibran

Every child is special - like stars on earth

Anak-anakmu bukanlah anak-anakmu
Mereka adalah anak-anak kehidupan yang rindu akan dirinya sendiri
Mereka terlahir melalui engkau tapi bukan darimu
Meskipun mereka ada bersamamu tapi mereka bukan milikmu
Pada mereka engkau dapat memberikan cintamu, tapi bukan pikiranmu
Karena mereka memiliki pikiran mereka sendiri
Engkau bisa merumahkan tubuh-tubuh tapi bukan jiwa mereka,
Karena jiwa-jiwa itu tinggal di rumah hari esok, yang tak pernah dapat engkau kunjungi meskipun dalam mimpi
Engkau bisa menjadi seperti mereka, tapi jangan coba menjadikan mereka sepertimu
Karena hidup tidak berjalan mundur dan tidak pula berada di masa lalu
Engkau adalah busur-busur tempat anak-anakmu menjadi anak-anak panah yang hidup diluncurkan
Sang pemanah telah membidik arah keabadian, dan ia meregangkanmu dengan kekuatannya sehingga anak-anak panah itu dapat meluncur dengan cepat dan jauh
Jadikanlah tarikan tangan sang pemanah itu sebagai kegembiraan
Sebab ketika ia mencintai anak-anak panah yang terbang, maka ia juga mencintai busur yang telah diluncurkannya dengan sepenuh kekuatan.

Selasa, 14 Juni 2016

Kunjungan ke Semarang



Yup, akhirnya gua nulis lagi! Jadi sambil mengisi kegabutan gua di siang bolong ini gua mau cerita tentang kunjungan gua kemaren di Semarang bareng ama temen-temen paskib sekolah gua. Mulai dari malam keberangkatan sampai balik ke Purwokerto. Sebenernya sih gua ga ikut balik ke Purwokerto, tapi ke Jogja karena ada urusan di esok harinya hehe.

Ya, tanggal 3 Juni kemaren gua ke Semarang. Gua dan rombongan berangkat naik bus yang seharusnya udah standby di depan sekolah jam 10 malam tapi malah ngaret 2,5 jam gara-gara bus baru balik dari Jogja jam 10 dan harus "mandi" sampai bersih karena bus habis dipakai SMA lain buat studi banding. Nungguin bus itu udah kaya sampai lumutan. Lama pake banget anjir! Jam udah nunjuk stengah satu baru dah itu bus dateng. Setelah gua naik dan taruh tas, gua langsung duduk dan tidur. Dan terbangun esok paginya dengan tujuan pertama di Kodim 0733 Semarang untuk mandi dan makan.

Di Kodim untuk ngantre mandi itu lama. Lah orang yang ikut ke Semarang 52 dan wc yang tersedia di Kodim cuma 4! Setelah mandi dan sarapan, kita kedatengan Paskibar SMA 3 Semarang. Emang ada apa sih? Ya kan awalnya mau studi banding sama Paskib SMA 3 tapi waktu udah H- berapa gitu mereka ngebatalin karena ada masalah disana. Mereka dateng ke Kodim itu selain buat ngucapin maaf sekaligus memberi cenderamata buat Paspara. Nah waktu udah menunjukan jam 7.00 dan rombongan pun melanjutkan perjalanan ke SMA 15 Semarang untuk studi banding.
Bersama Paskibar SMA 3 Semarang

Sesampainya di SMA 15, kami disambut oleh beberapa guru SMA 15 dan para anggota Paskibra15. Setelah itu kami semua masuk ruangan dan dilanjutkan materi oleh kedua organisasi. Setelah materi selesai, saatnya ke lapangan untuk menampilkan variasidari kedua pihak. Pas Paskibra15 nampilin variasi itu, bagus banget! Sumpah gua kaya ga bisa kedip waktu nonton. Variasi mereka itu ada kebudayaannya dari Aceh sampai Bali. Setelah Semua kegiatan di SMA 15 selesai, kami semua langsung cus ke Masjid Agung Jawa Tengah buat sholat Jumat.
Bersama Paskibra SMA 15 Semarang
Gua baru pertama kali ke MAJT dan saat udah di parkiran beehhh panasnya udah ga ketulungan. Langsung deh ke wc masjid trus wudhu dilanjut merapatkan shaf. Setelah shalat Jumat selesai, waktu bebas sampai jam 1 dan waktu bebas itu digunain buat foto-foto didepan MAJT. Gua sih kaga ikutan foto-foto, soalnya udah panas banget dan ditambah gua disuruh beli pulsa. Setelah sopir udah siap lagi buat jalan, kita semua masuk ke bus dan ternyata bus belum dinyalain yang berakibat hawa didalem bus itu udah kaya berlibur di Sahara. Akhirnya kita lanjut lagi buat perjalanan terakhir di Semarang yaitu Akademi Kepolisian!
Gerbang

Kesan pertama pas bus baru masuk Akpol itu gila luas banget! Jadi Akpol itu tempat terbentuknya perwira polisi di Indonesia. Kunjungan di Akpol itu gratis bro! Jadinya kita kaga perlu ngeluarin duit lagi. Nah setelah kita turun dari bus lalu kita semua masuk di gedung yang gua lupa namanya. Disana kita ketemu taruna-taruni Akpol yang masih tingkat semester 2 atau disebut Bharatutar. Disana dijelasin tata cara menjadi taruna Akpol mulai dari pendaftaran hingga diterima. Untuk masuk Akpol sendiri itu kita harus bersaing dengan puluhan ribu catar yang berasal dari 34 Provinsi di Indonesia. Bayangin aja gimana bangganya jadi taruna di Akpol bro!
Bersama Taruni Akpol
Bersama Taruna Akpol

Bahkan denger-denger, banyak yang mengorbanin sesuatu untuk masuk Akpol. Contohnya, udah kepilih jadi atlet untuk berlaga di Sea Games 2015, tapi karena bertepatan dengan seleksi Akpol akhirnya kesempatan untuk berlaga di Sea Games digugurkan, akhirnya dia lulus seleksi dan jadi taruna. Makanya berkuliah di Akpol itu menjadi kebanggaan tersendiri bagi taruna-taruni disini. Lulus dari Akpol itu langsung berpangkat Ipda atau Inspektur Polisi Dua. Itu udah masuk golongan perwira loh bro! Nah habis dijelasin panjang lebar tentang Akpol, kita akhirnya dipersilahkan bertanya jawab langsung dengan taruna-taruni dan boleh juga disambi berfoto-foto. Setelah ssemua acara selesai akhirnya kita menuju ke tempat penjualan cinderamata dan gua beli polo Turn Back Crime dan gantungan kunci untuk kenang-kenangan. Dan akhirnya kita pulang ke Purwokerto dengan membawa pengalaman yang luar biasa.

Jumat, 11 Maret 2016

Berawal Dari Mimpi



Halo kawan, bagaimana kabar? Rindu rasanya mengingat masa lalu. Suka duka dilewati bersama yang akhirnya kita berpisah karena waktu. Dulu, dulu sekali saat aku pertama kali menginjakkan kaki di SMAN 2 Purwokerto, masih ingat dalam ingatanku, saat itu siang yang terik dan terlihat rumput Smada yang tampak menguning karena kering bulan Juni.

Hari itu, hari pertama PPDB sambil berjalan menuju trotoar depan Smada, terlihat dua anak berbincang dan salah satunya yang masih bocah dengan sesumbar mengatakan "Aku akan bermain untuk kelasku dan akan mencetak gol di Final SSL!". Mimpi itu berasal dari mulut seorang bocah, yang sangat termotivasi untuk masuk SMA yang sama dengan ibunya. Apakah mimpi itu terlalu besar? Tidak! Bocah itu menepati janjinya. Janji yang terucap dengan semangat yang membara. 1 tahun setelah janji itu, dia menepati janjinya. Dia bermain di final SSL tahun itu dan turut mencetak 2 gol yang akhirnya dimenangkan oleh kelasnya dengan skor 4-2.
Juara!
Satu tahun setelah peristiwa itu juga, bocah itu menepati janjinya untuk yang kedua kali. Final kedua bagi dia melawan musuh yang sama. Dalam pertandingan dia turut serta dalam membuat gol, tapi golnya hanya mampu membawa tim kelasnya bermain imbang 2-2 dalam waktu normal. Dan saat babak adu penalti keberuntungan tak berpihak pada dia dan tim kelasnya. Sang juara bertahan, yang tak pernah menerima hasil imbang maupun kalah selama kiprahnya di SSL harus kandas dalam perlawanan sengit yang membuat juara bertahan menerima kekalahan perdananya di partai final! Penyesalan hadir dalam semua anggota tim. Air mata berlinang pada mata pemain yang mengingat kesalahannya pada pertandingan tadi. Tapi tidak untuk bocah pemimpi itu. Dia tak menangis, hanya raut wajahnya yang menunjukkan rasa kecewa yang mendalam. Air matanya sudah habis sejak kemarin.

Air mata bocah itu habis karena lomba yang diikutinya satu hari sebelum pertandingan final. Perjuangan dia selama beberapa bulan untuk mengikuti lomba. Mimpi dia untuk mengharumkan nama Smada kandas. Memang air matanya tak menetes saat pengumuman, tapi setelah dia sampai di Smada, tempat mimpi itu dimulai air mata tak tertahankan lagi dan mulai keluar dari bola matanya. Teringat mimpi dia selama beberapa bulan terakhir, memberi yang terbaik untuk rumah kedua dia, tapi akhirnya gagal. Peringkat tiga tak cukup untuk membuat dia tersenyum. Maka dari itu saat dia mencetak gol pada final satu hari setelahnya dia memberi selebrasi yang tak terlupakan untuk semua kawannya yang menangis pada hari sebelumnya. Penghormatan terakhir untuk mimpinya yang kandas dalam dua hari berturut-turut.
Setelah melakukan selebrasi medapat pelukan
Satu hal untuk diingat, untuk dimengerti. Bahwa tak peduli kau juara berapa, tak peduli kau kalah atau menang, ingatlah satu hal, rencana Tuhan itu lebih indah. Banyak hikmah dari setiap kejadian, jangan salahkan siapapun untuk kegagalanmu, karena semua manusia tak ada yang sempurna, selalu ada salah. Karena yang bernilai dalam hidup ini adalah proses, bukan pada hasil. Teringat juga sebuah satu dua buah kata dari film kartun:
"Mobil balap tua yang suka ngomel pernah bilang padaku: "Itu hanyalah piala kosong!"" -Lightning McQueen 
Tetap jaga kebersamaan ini kawan!

Nb: Mohon maaf jika barangkali tulisan saya menyinggung pembaca. Sekali lagi maaf.

Sabtu, 14 November 2015

Sekelumit Kisah Awal Semester


Hai guys akhirnya setelah vakum ngeblog selama lebih dari berabad-abad gua bisa nyempetin diri untuk ngisi blog ini yang udah mulai basi. Maklum lah, gua sekarang udah kelas 11 dan di awal semester gasal gua banyak banget acara, mulai dari jadi Paskibraka tk. Kabupaten yang bikin bangga banget sampai dengan ikutan pemilihan Duta Wisata gara-gara disuruh kesiswaan. Langsung aja kita ke topik utama guys haha.

Di awal semester ini gua terpilih untuk jadi Paskibraka Kab. Banyumas guys. Banyak cerita dari pengalaman gua saat latihan maupun saat hari-H pelaksanaan. Latihan di Paskib ini cukup singkat yaitu cuma 2 minggu. Ya kalo dibandingin ama tahun-tahun sebelumnya sih tahun ini jadi paling singkat. Kenapa? Karena libur tahun ini tuh panjang banget. Udah ada libur naik kelas eh ditambah libur lebaran nah makanya latihan Paskib tahun ini jadi singkat banget.

Hari pertama latihan Paskib itu ada sensasi dag dig dug ser haha. Soalnya ketemu para calon pemimpin bangsa yang kece-kece. Kita digembleng dengan metode militer. Salah sedikit dapet porsi. Ya gitu lah capek susah seneng kita jalanin bareng-bareng. Banyak juga yang awal latihan kulitnya putih dan ketika hari terakhir latihan gosongnya kayak wajan bagian luar haha. Capek? Ya capek lah. Dateng latihan jam 06.30 dan baru pulang latihan jam 15.00!!! Bayangin aja tuh kita panasan selama 8,5 jam! Tapi perjuangan kita gak sia-sia soalnya saat hari-H kita melaksanakan tugas dengan baik. Itu bukan penilaian kami loh, tapi pak Bupati yang bilang sendiri.
saat menjalankan tugas sebagai penurun bendera

Lanjut ke topik selanjutnya yaitu Pemilihan Duta Wisata Banyumas. Gua ikutan acara ini gara-gara siang hari itu gua dipanggil ke ruang kesiswaan. Disana terdapat 2 guru, yaitu guru kesiswaan dan guru seni. Lah gua yang gak gerti apa-apa langsung dikasih tau kalo gua akan didaftarkan sebagai peserta pemilihan. Parahnya hari pertama acara itu 2 hari lagi. Kampret. Gua gak ngerti disana mau ngapain dan gua bener-bener gak paham apa itu Duta Wisata. Dengan berat hati akhirnya gua melaksanakan tugas dari sekolah dengan mengikuti ajang pemilihan ini.

Di pemilihan ini tuh karakter peserta beda-beda dan aneh-aneh. Ada yang macho dan juga ada yang melambai gitu haha. acara ini berlangsung dari hari Rabu hingga Minggu. Lama ya ninggalin pelajarannya hm. Acara paling seru menurut gua yaitu saat dikarantina. Kenapa? Soalnya gua sekamar dengan orang-orang aneh yang udah pasrah gak bakal menang di ajang ini. Kampret. Kok sama ya kaya gua haha. Akhirnya gerombolan temen kamar gua bikin grup yaitu Fiesta Squad haha. Grup gua ini aneh, mulai dari modusin cewe bareng-bareng sampai nari gak jelas pas malam terakhir karantina buat gua ngerti, ikut sebuah ajang itu bukan hanya menang yang dicari, tapi pengalaman berharga saat mengikutinya. Dapet temen baru, dapet tuker-tukeran instagram, kenal cewe cakep Unsoed, banyak deh.
saat grand final Duta Wisata

Udah lah gua capek ngetik panjang banget. Tadi itu baru 2 kisah di penghujung tahun ini. Bulan ini juga gua masih jalanin jadwal padat Smada Super League dengan tim baru tapi lama gua Emisi FC dengan kostum kuning-hitam. Dan ada juga UAS di akhir bulan ini jadi doain aja semoga bisa menang terus SSLnya dan nilai UAS gua gak bikin mata perih. Bye.