Senin, 25 September 2023

22.12 - No comments

Kapalku Bersandar

  


 Namanya perasaan, tidak ada yang tahu kita akan berlabuh di dermaga mana. Tidak ada yang mengerti pula sampai kapan kapal akan bersandar. Aku, kamu, kita, adalah hal-hal yang aku rindukan ketika mungkin kita tidak bersama lagi. Kesepian sambil menggerutu kepergian dari seorang yang disayang. Tidak akan ada yang mengira rasanya akan sesakit ini. Sama halnya dengan kapal yang berjalan diatas gelombang, saat ini semua serba tak seimbang, limbung tak beraturan. 

    Berawal dari kapal kecil, tidak berasa kita sudah sampai disini. Meskipun kapal sudah bersandar, namun aku masih memiliki harapan kapal kita akan pergi berlayar kembali dengan tujuan yang lebih jauh lagi. Sebuah kapal akan bisa berlayar dengan adanya ombak. Namun apadaya ketika ombak berubah menjadi badai yang tak kunjung henti, jalan satu-satunya adalah bersandar sembari berdoa untuk perjalanan yang jauh lebih baik di masa mendatang.

Cinta bukan lah sebuah hitung-hitungan matematika. Tidak semudah 1 ditambah 1 sama dengan 2. Justru sebaliknya, cinta dan perasaan tidak mempunyai hitungan yang pasti, dengan hasil yang berbeda-beda di setiap orang yang menjalaninya.

Jumat, 06 Januari 2023

19.32 - No comments

Have You Ever Been in Love?

  


 Setiap ada pertemuan pasti ada perpisahan. Desember 2022 menjadi titik terendah dalam hidupku. Tiga tahun lamanya aku menjalani hubungan dengan wanita yang begitu sederhana, tidak pernah banyak tingkah, dan selalu bersamaku dalam setiap momen perkuliahan. Agustus 2019 menjadi awal mula perjalanan kami. Berbekal keberanian (dan juga keberuntungan) untuk mengajaknya bermain di kebun binatang yang mana bukan tempat yang lazim untuk dijadikan tempat kencan pertama. Aku bukannya tidak mau mengajaknya nonton film terbaru di bioskop ataupun cafehopping, namun menurutku first date adalah waktu untuk menyelam lebih dalam kepribadiannya lewat percakapan-percakapan yang terucap di sepanjang perjalanan. Hampir 2 jam kami berjalan menyusuri semua hewan di kebun binatang tersebut, 2 jam itu pula aku mulai bertanya pada diri sendiri "apa dia yang selama ini aku cari?".

    Semenjak pertemuan pertama tersebut, alur komunikasi dan pertemuan kita menjadi lebih intens. Namun aku tidak terburu-buru untuk menyatakan cinta padanya. Butuh waktu kurang lebih 3 bulan untuk meyakinkanku bahwa dialah wanita yang selama ini aku cari. Wanita yang tidak pernah mengeluh makanan murah atau mahal, bepergian naik kendaraan apa, dan sebagainya. Aku jatuh cinta pada kesederhanaannya, sesimpel itu. Tidak ada yang namanya pertengkaran selama 3 bulan pertama aku mengenal dia (atau ada satu kali ya ketika aku slow respon ketika sudah mengajaknya jalan). Namun bagiku 3 bulan tersebut menjadi awal yang sangat indah bagi masa perkuliahanku setelah itu.

    November 2019, aku telah yakin pada pilihanku. Tak ada keraguan sedikitpun terkait pilihanku saat itu. Flashback sedikit di masa aku baru putus dengan mantanku yang sebelumnya, aku pernah berdoa untuk mendapatkan wanita dengan sifat a,b,c,d dan ternyata kesemua sifat yang aku pernah minta kepada Tuhan ada di dia semua. Berbekal google forms dengan judul survey hati, dan dengan isi seperti ini:

Tak ada alasan yang pasti dan jelas kenapa aku cinta kamu, tapi yang pasti aku menginginkan aku bahagia denganmu dan tak ingin sampai kamu terluka.

Ketika aku bertemu denganmu, aku tak peduli dengan semuanya. Namun, ketika kamu pergi jauh dariku aku selalu mengharapkanmu. Dan apakah ini cinta?

Aku menyukai dirimu, karena dirimu begitu sederhana, tetapi kesederhanaan itu sangat istimewa di mataku. Hal itu kan bertambah sempurna jika kamu mau menjadi yang spesial di hatiku.

Malam ini sangat indah dengan cahaya rembulan yang memesona, namun akan lebih indah apabila kamu resmi menjadi milikku. 

    Sebuah malam yang indah untuk dikenang, awal dari perjalanan dan harapan kami kedepannya yang kini telah kandas. Tiga tahun kami selalu bersama disaat senang dan susah, tiga tahun yang menjadi pertanda dia-lah yang aku butuhkan. Ibarat mengikuti perlombaan marathon, aku tidak perlu menggunakan sepatu yang mewah dan mahal untuk menyelesaikan marathon tersebut, cukuplah dengan sepatu dengan ukuran yang pas dan nyaman digunakan agar bisa menyelesaikannya dengan baik. Namun, analogi tersebut seperti dimentahkan oleh keadaan, dimana kami pada akhirnya harus berpisah. Jika kamu membaca ini, tolong mengerti, aku sangat menyayangimu dan tidak pernah sedikitpun ingin membuatmu terluka. Terima kasih selama 3 tahun ini kamu selalu menjagaku dan menyemangatiku hingga akhirnya impian kita saat awal kuliah dikabulkan perlahan dikabulkan satu per satu oleh Tuhan.

7 billion smiles, and yours is my favorite

Kamis, 23 Mei 2019

19.38 - No comments

Kilas Balik 2018 Bagian II



Setelah tertunda lama, akhirnya gue bisa nyempetin nyelesein tulisan Kilas Balik 2018 ini. Gue rasa di bagian II ini ceritanya akan lebih banyak ke romansa gue, soalnya di bulan-bulan ini lah gue bertemu sama orang yang ga pernah gue sangka. Yaudah langsung aja kita masuk ke bulan Juni 2018. Cekidot~

Juni
Bulan Juni boleh dibilang jadi bulan yang ditunggu-tunggu banyak orang, soalnya di bulan ini lebaran datang. Gue sipembuh boleh dibilang ga terlalu excited sama lebaran tahun ini, gara-gara ya lebaran kan isinya itu-itu doang, paling yang buat seneng itu bisa kumpul sama keluarga besar dan juga dapet THR. Sebenernya ada satu momen yang gue tunggu-tunggu di bulan ini yaitu gue bakal liburan ke Turki. Liburan kali ini sebenernya jadi dilema buat gue, karena posisinya gue liburan pas seharusnya gue persiapan UTUL UGM di Inten. Tapi karena tabrakan yaudah lah gue pilih liburannya aja. Gue di Turki itu 10 hari dan jalan-jalan muterin kota-kota semacam Istanbul, Konya, Izmir, dan lain sebagainya. Ya intinya gue di Turki dari akhir Juni sampai balik lagi pas awal Juli.

Juli
Udah gue bilang sebelumnya kalo sampai awal Juli gue masih di Turki. Nah waktu itu juga bertepatan sama pengumuman SBM, dan lo tau hasilnya apa? Gue ditolak coy hahaha. Gue udah nyangka si bakal ditolak soalnya gue waktu ngerjain soal SBM udah pusing banget gara-gara ambil IPC. Yaudah akhirnya gue mutusin bakal bales kegagalan ini di UTUL UGM. Gue ikut UTUL itu pas banget baru balik dari Turki. Jadi gue landing di Jakarta hari minggu, dan gue langsung lanjut ke Jogja dan baru sampai di Jogja jam 5 pagi. Trus jam 8 langsung cabut ke lokasi tes. Oiya gue waktu UTUL ambil Soshum doang, soalnya gue udah capek ngerjain IPC. Gue ambil pilihan 1 Manajemen, 2 HI, dan 3 Ilkom. Selang 10 hari setelahnya, alhamdulillah gue berhasil lolos UTUL di pilihan 2 yaitu Hubungan Internasional. Yaudah deh gue langsung urus daftar ulang dan lain sebagainya. Oiya di akhir bulan Juli ini juga gue ketemu sama pujaan hati gue (ceileh) waktu donor darah di PMI. Momen ini bener-bener jadi pembuka jalan gue PDKT ama dia hahaha.

Agustus
Bulan Agustus merupakan saat dimana gue jadi intens komunikasi sama dia, sampai akhirnya dia main ke Jogja dan jadi momen yang ga bakal gue lupain dimana gue jadi ngerasa cocok sama dia. Lalu di bulan ini juga gue pertama kali main ke rumahnya dan ketemu sama nyokapnya. Yaudah intinya bulan Agustus merupakan waktu dimana gue jatuh hati sama cewe yang rasanya terakhir kali gue jatuh hati itu satu tahun yang lalu dan perasaan itu tumbuh lagi seiring kedatangannya.

September
Setelah dirasa masa PDKT sudah cukup, akhirnya gue ngungkapin perasaan gue ke dia. Tapi gue ngungkapinnya lewat surat gitu, trus pas ketemu gue kasih kan ke dia, gue ngomongnya "Ini ada surat pengajuan sumbangan buat ayahmu" dan dia percaya aja dong trus hampir di kasih ke ayahnya wkwk. Akhirnya dia tau perasaan gue ke dia kayak gimana dan gue udah lega juga dia tau perasaan gue. Nah tapi, kita baru jadian tuh satu minggu setelahnya gara-gara pas gue ngasih itu surat pertama kali udah malem dan hari besoknya gue harus balik ke Jogja. Yaudah tepat di hari Jumat yang berkah, kita memutuskan untuk jadian dengan menandatangani surat kontrak wkwk. Terus di hari esoknya, gue ajak dia jalan-jalan keliling kota naik delman istimewa.. eh bukan naik delman deng hahaha. Gue jalan-jalan kan tuh, trus gue kasih dia kayak bucket gitu, nah bedanya kalo bucket biasa kan isinya bunga atau jajan gitu kan, tapi gue ngasih ke dia bucket isi sayur anjir hahahaha. Dia ketawa-ketawa aja soalnya dia ga suka sayur tapi dikasih bucket sayur. Terus selesai jalan-jalan gue balikin dia ke rumah, tapi gegara udah maghrib yaudah gue sekalian main ke rumah dia. Itung-itung bisa dapet minum sama makan gratis kan hahaha. Ga disangka, gue main ke rumahnya ya jelas dong ada orangtuanya, yaudah gue kenalan aja, eh taunya orangtuanya dia kenal sama keluarga besar gue anjir. Ya intinya gitu deh gue jadi ngerasa orang paling bahagia sejagat raya waktu hari itu.

Oktober
Di bulan oktober ini, sebenernya ga ada peristiwa yang penting-penting amat sih. Paling cuma dua momen yang masih gue inget yaitu gue ikutan lomba basket antar jurusan di Fisipol terus ada lomba futsal juga antar Ormada se-UGM. Nah hasil lombanya itu dua-duanya dapet juara 2. Lomba basketnya di final tim gue kalah sama jurusan MKP. Terus waktu lomba futsal, tim gue kalah sama Ormada Kediri. Ya lumayan sih dapet pengalaman baru lagi terus bisa olahragalagi. Secara gue di HI udah jarang banget ikutan futsal sama basket gara-gara mager banget padahal udah disuruh ikutan gabung latihan wkwk. 

November
Bulan November itu jadi bulan dimana dia dateng lagi ke Jogja. Nah waktu dia di Jogja itu bener-bener kita manfaatin waktu buat main bareng. Kita jalan-jalan ke Bunker Kaliadem, terus ke Bantul juga foto-foto di taman bunga matahari. Kita juga kulineran bareng ya intinya kita have fun together dan jadi momen dimana rasa gue ke dia makin bertambah. Oiya di bulan ini juga ada acara malam kesenian Komahi. Di acara ini, gue yang tergabung ke divisi Bebihi (sejenis kewirausahaannya Komahi) nampilin drama gitu. Nah gue ceritanya jadi Naruto trus pake kostum oren-oren. Gara-gara itu akhirnya ada yang manggil gue pake sebutan Dziaruto hahaha.

Desember
Di bulan Desember, tentu aja jadi bulan yang sibuk banget buat semua mahasiswa UGM. Soalnya udah masuk bulan UAS dan pas itu gue dapet tugas salah satu matkul buat makalah 30 halaman. Gila ga sih, sebagai maba (tapi tua) gue diharusin buat makalah minimal 30 halaman, padahal kalo ditambahin 10 halaman lagi udah bisa buat skripsi anjir. Tapi yang namanya deadliner tetap akan menjadi deadliner. Gue baru ngerjain tugas itu H-2 dan tau-tau gue bisa survive anjir hahaha. Trus di bulan ini setelah UAS kelar, gue sama temen-temen kelas pergi tamasya ke pantai di Gunung Kidul. Kita berangkat pagi jam 9 dan baru balik jam 6 sore. Tapi, gue seneng bisa main bareng temen-temen soalnya jarang-jarang yekan. 

Yaudah paling itu aja yang bisa gue ceritain. Gue ngerasa di tahun 2018 ini gue banyak banget beruntungnya dibanding apesnya. Bersyukur juga gue bisa ketemu sama temen-temen baru dan banyak pengalaman baru juga selama 2018. Gue kalo disuruh milih mau balik ke tahun berapa buat ngulangin semuanya, pasti gue bakal milih tahun 2018, karena banyak banget kejadian-kejadian yang memorable buat gue. Ya meskipun gue ga bisa ngulang waktu, tapi seenggaknya gue bisa mengenang dengan membaca tulisan ini di tahun-tahun yang akan datang. Semoga juga di tahun-tahun setelah 2018, gue masih dinaungi keberuntungan yang tampaknya udah nggak lagi hehe. 

Salam hangat,



A. Dzia

Minggu, 13 Januari 2019

05.44 - No comments

Kilas Balik 2018 Bagian I



Ga terasa tahun 2018 udah berlalu dengan cepat. Gue juga baru inget kalo terakhir gue ngeblog tuh udah setahun juga. Maklum, di tahun 2018 kemaren banyak banget target-target yang pengin gue capai dan puji syukur ada beberapa target yang bisa gue capai. Oiya, kali ini gue mau ngeblog tentang gimana tahun 2018 berjalan. Gue akan bagi kilas balik ini jadi 2 bagian karena di bagian pertama kayaknya bakal banyak banget. Oke kita mulai kilas balik ini dari bulan Januari. Cekidot!

Januari
Jujur aja ya, di bulan ini gue lewatin dengan susah payah. Waktu berjalan juga kayaknya lambat banget walau akhirnya bisa gue lewati dengan cukup baik. Di bulan ini gue memutuskan untuk ikut bimbel SBMPTN di Bandung. Gue di Bandung itu 3 minggu, tapi rasanya kayak lama banget. Kerasa lama itu gara-gara gue sendirian disana dan kebetulan waktu itu temen-temen gue yang kuliah di Bandung lagi balik kampung semua (meskipun satu minggu terakhir gue disana, temen-temen gue udah pada balik Bandung si). Praktis 2 minggu awal gue jalani tanpa ada temen. Oiya, gue di Bandung ambil kelas privat, makanya ga dapet kenalan temen bimbel waktu disana.
Kenapa gue ambil bimbel di Bandung? Semua bermula ketika anaknya temen nyokap gue berhasil lolos FK gara-gara ikutan bimbel di Bandung ini, makanya gue disuruh ikutan bimbel disitu juga.  Gue disitu ambil kelas privat fokus FK. Seminggu itu full kegiatan bimbel. Senin sampai Sabtu tiap pagi sampai sore itu materi SBM dan hari Minggu itu TryOut pagi sampai siang. Gue bener-bener sendiri waktu itu di Bandung ga ada temen ga ada keluarga dan 2 minggu awal gue sering kepikiran "Kapan ya gue waktu liburan gini bisa main sama temen-temen? Bukan bimbel gini cape banget kuras pikiran". Meskipun gitu, gue tetep jalanin kelas 3 minggu itu tanpa bolos dan tiap keluar hasil TryOut gue bisa senyum-senyum bangga ke diri gue sendiri karena hasilnya ngelebihin ekspektasi gue.
Beruntung di minggu terakhir gue di Bandung, temen-temen gue akhirnya pada balik juga dan berakhir lah kesendirian gue disana dengan jalan-jalan keliling Bandung. Mulai dari jalan-jalan mall ke mall, Asia Afrika, Braga, Alun-alun, sampai main ke dalem ITB waktu malem hari. Terima kasih buat Rifda (temen gue di Agrobisnis, mojang sunda tulen), Taufik dan Malika (Temen SMA gue yang kuliah di ITB) karena berkat kalian gue bisa keliling-keliling Bandung ga sendirian!
Oiya, di akhir Januari gue juga nyempetin nonton IBL bareng temen-temen gue di Jogja. Lumayan lah buat refreshing sehabis 3 minggu digenjot materi sama tryout SBM! Hahaha

Februari
Di awal bulan ini gue nyempetin buat jalan-jalan ke Singapura. Ya meskipun cuma 3 hari tapi lumayan buat kejenuhan gue hilang seketika. Disana gue pertama kali nyobain hunting foto berdua bareng abang gue keliling-keliling Singapura naik Bus. Ternyata asyik juga jelajah Singapura, bukan ke tempat yang itu-itu aja!
Nah beberapa hari setelah gue balik dari Singapura tuh waktunya anak UGM buat ngisi KRS. Pengisian KRS lewat web Palawa jurusan gue tuh jadwalnya pagi hari jam 7 dan harus cepet-cepetan sama yang lain biar dapet kelas yang dosennya ga killer dan kalian tau kelanjutannya? Gue jam 7 ga bisa buka Palawa gue sampe jam 8 gara-gara bukanya pake kuota Indo*sat! Temen gue yang waktu itu ngisi bareng gue bisa buka Palawa gara-gara dia pake Telkom*sel! Akhirnya kuliah gue di semester 2 diisi sama dosen-dosen killer cuma gara-gara salah milih kartu perdana waktu ngisi KRS!

Maret
Di bulan ini gue udah males kuliah gara-gara KRS-an kemarin dan pengin fokus belajar SBM. Nah di awal bulan ini lah gue mulai kepikiran banting setir dari yang awalnya pengin masuk FK tapi bimbang gara-gara pengin masuk Manajemen. Ide ini berawal gara-gara gue di awal Maret sit-in di kelas Hukum Lingkungan FH. Lu tau kenapa gue berani sit-in di FH padahal gue anak FPN? Cuma gara-gara gue pengin kenalan sama cewe meskipun ga jadi kenalan gara-gara gue grogi setengah mati pas duduk di sebelahnya! Hahaha. Berawal dari situ lah gue jadi kepikiran pengin masuk Soshum gara-gara kelasnya lebih santai daripada Saintek. Akhirnya gue nekat beli voucher Zenius buat belajar Soshum dari nol! Bayangin aja waktu buat SBM tinggal 2 bulan tapi gue malah baru belajar Soshum. Terima kasih buat Oshi yang mau-maunya bantuin gue kenalan sama cewe FH yang gue tau dari IG meskipun ga berhasil kenalan! Hahaha

April
April tahun kemaren itu gue bener-bener stop dari kuliah gue di FPN. Nah terus gue ngapain dong tiap harinya? Jadi tuh pagi sampai siang gue berangkat ke Perpustakaan Pusat lantai 4 buat belajar Soshum. Siang sampai sore gue tidur, dan malemnya gue latihan basket. Nah di bulan ini juga waktu dimana gue disebelin sama orang tua gue. Ya gimana ga sebel coba, orang kemaren Januari udah belajar buat masuk FK 3 minggu di Bandung, eh taunya pas SBM pengin ambil Soshum. Nah pertengahan April juga gue daftar bimbel di daerah Kotabaru, Jogja. Awalnya gue daftar bimbel Saintek dan selama 2 hari gue masuk kelas Saintek. Tapi akhirnya gue pindah ke kelas Soshum gara-gara debat panjang lewat telepon sama orang tua gue. Diambil keputusan kalo gue ga masalah ikut kelas Soshum tapi malemnya di rumah gue harus belajar Saintek (meskipun gue malemnya ga pernah belajar Saintek). Nah pas pendaftaran SBM juga diputuskan kalo gue ikut IPC alias ujian campuran Saintek-Soshum. Lu tau gue ngisi prodinya apa aja? Pilihan pertama FK Unsoed dan pilihan kedua Manajemen UGM. Gila kan?!

Mei
Nah di bulan ini lah masa depan gue ditentukan. Pas hari-H SBM gue bener-bener ga ambil pusing, let it flow aja. Tapi kenyataan di lapangan beda sama ekspektasi. Gue bener-bener pusing waktu ngerjain Saintek yang imbasnya gue ga maksimal waktu ngerjain Soshum. Pas ngerjain Soshum itu udah cape banget mikir soalnya otak gue udah digenjot dari jam 8 pagi. Yaudah deh gue keluar ruangan pasrah aja soalnya ini juga menurut gue kesalahan banget ambil IPC, jadi ga maksimal Saintek sama Soshumnya.
Kelar SBM jam 3an, gue langsung buru-buru buat berangkat ke Semarang soalnya gue ada lomba basket bareng tim FPN. Gue berangkat kesana tuh boncengan berdua ama temen gue si Thor. Udah 2 Jam perjalanan dan lu tau begonya gue ga? Gue kelupaan bawa alat mandi, daleman, sama handuk! Walhasil duit gue langsung kekuras gara-gara beli itu semua yang ketinggalan di minimarket, padahal gue ke Semarang tuh cuma bawa duit sekian ratus dan di hari terakhir gue balik pake kereta itu duit bener-bener habis.
Nah di Semarang ini bener-bener momen yang ga bisa gue lupain soalnya gue dapet pengalaman berharga. Mulai dari surprise ulang tahun sama temen-temen gue dan juga gue dapet hadiah yang berkesan yaitu juara 1 lomba basket waktu itu! Kalo diinget-inget ada cerita lucu pas malam terakhir di Semarang. Waktu itu satu tim baru balik ke Kost jam 2 pagi gegara kita makan-makan dulu di McD. Nah ketika yang lain pada tidur, gue diajak kating gue nemenin anterin pacarnya ke Kost temennya dan baru balik Kost lagi itu jam 3. Padahal jam 5 itu gue harus ke stasiun buat balik ke Purwokerto. Awalnya gue jam 3 itu ga pengin tidur, tapi karena kating gue berniat ga tidur juga yaudah gue bilang "Gue tidur dulu ya, lu bangunin gue jam 4 lebih". Dia oke-oke aja. Eh taunya gue baru bangun jam 5 kurang 15 dan gue itu baru sadar kalo keretanya 15 menit lagi. Akhirnya gue yang malemnya belum sempet packing keteteran dan beberapa barang gue terpaksa gue titipin ke temen buat bawa balik ke Jogja. 
Inget banget waktu itu gue dianterin mas Blodot ke stasiun baru otw itu jam 5 kurang 10. Nah sampai di stasiun itu waktu jam 5 kurang 1 menit, walhasil gue lari-larian kayak di film 5cm buat ngejar kereta! Beruntungnya gue karena masih bisa ngejar kereta padahal dalam keadaan teler cape banget hahaha.
Terima kasih buat temen-temen basket FPN karena masih ngijinin gue ikut Event buat yang terakhir kalinya ngewakilin FPN. Terima kasih juga buat mas Ajis karena udah bisa jadi kapten yang ngangkat mental satu tim padahal lagi down di Halftime gara-gara ketinggalan beberapa poin di final sampai akhirnya bisa jadi juara. Love you all!

To be continued..

Minggu, 18 Maret 2018

09.09 - No comments

Rindu


Pernah ga sih lo kangen sama masa kecil lo? Masa dimana lo cuma mikir besok sore mau main apa bareng temen-temen lo? Masa dimana yang duduk paling rapi bakal pulang duluan. Terus akhirnya lo bisa ngerencanain lo mau ngapain balik sekolah. Kemarin main petak umpet, hari ini main gobag sodor, besok main bola, dan lain sebagainya. Masalah utama yang lo rasain cuma PR matematika yang gurunya galak minta ampun atau kalo lo lagi demen banget ama satu mainan tapi lo ga dibolehin beli. 

Pernah ga si lo kalo pulang sekolah kerjaannya mandi, ganti baju, trus lari ke rumah temen lo cuma buat main rame-rame sampe kedengeran suara adzan maghrib. Masa dimana bocah-bocah ga punya gadget. Boro-boro gadget, main playstation aja harus rame-rame ke rental. Ke rental biasanya hari minggu pagi tuh sehabis main bola di lapangan deket rumah. Habis main bola trus janjian ke rental ame-rame mainnya game bola juga atau ngga ya main tarung-tarungan gitu. Ajak temen yang banyak biar urunannya dikit. Maklum lah masih bocah uang sakunya sehari goceng.

Pernah ga si lo keinget masa dimana lo tiap dua kali seminggu lo sore-sore dianterin ke masjid buat belajar ngaji? Pake baju koko, pake songkok item, bawa tas isinya buku Iqro' sama kartu prestasinya. Pas sampe di masjid mah ngajinya setengah jam, malah seringnya kurang dari itu, nah main bareng temen-temennya yang lama. Ngobrol ngalor-ngidul, ketawa ga tau karena apa gitu gue lupa, lari-larian di masjid. Nah momen-momen ini nih yang ga bakal lo temuin lagi di jaman sekarang.

Gue jadi keinget, dulu waktu libur tuh pagi-pagi sering main sepeda bareng temen-temen. Mainnya yang jauh sekalian karena bisa buat dibangga-banggain tuh. Kan biasanya ada temen yang tanya "Eh lo kalo main sepeda paling jauh kemana? Kalo gue sampe sini loh, jauh kan? Haha". Pernah juga gue main layangan. Sebenernya yang asyik dari main layangan itu bukan nerbanginnya. Tapi waktu lo udah main gesek ama layangan anak lain trus layangan anak lain itu putus. Akhirnya temen-temen lo pada ngejar tuh layangan yang putus sejauh apapun layangan itu jatuhnya dimana.

Waktu kecil dulu gue juga cuma ngerasain yang namanya persaingan tuh waktu 17-an doang. Gimana caranya gue ngalahin temen-temen gue waktu masukin paku ke gelas, cepet-cepetan makan kerupuk, maupun pindahin kelereng pake sendok. Nah sekarang, persaingan bocah-bocah malah buat jadian ama cewek. Gimana Indonesia mau maju coba kalo anak kecilnya udah mikirin cinta waktu SD. 

Dari semua cerita gue diatas, gue jadi bersyukur akan satu hal, yaitu gue belum ngerasain apa yang namanya gadget waktu kecil dulu. Coba kalo gue udah ngerasain apa yang namanya gadget, pasti gue ga bisa cerita banyak di atas. Ya kali gue cerita kalo waktu kecil gue main Mobile Legend trus dapet rank tinggi kan ga seru banget tuh. Kayak hidup gue hambar banget isinya Mobile Legend mulu. Terus gue juga bersyukur waktu kecil gue belum ngerti yang namanya sosial media. Coba kalo kecil dulu gue udah punya FB, Twitter, IG, dan antek-anteknya, pasti gue ga bakal bisa cerita banyak tentang masa kecil gue. 

Ringkasnya gini, masa kecil gue itu masa dimana main bareng temen-temen adalah suatu kewajiban. Masa dimana kalo lo ngambek tuh ada temen yang peduli ama lo padahal temen lo itu ga ngerti apapun. Masa dimana dengan duit goceng-pun lo bisa bahagia asalkan itu lo habisin bareng temen-temen lo. Intinya gue kangen ama masa kecil gue!

Yang sedang rindu,


A. Dzia

Selasa, 09 Januari 2018

02.43 - No comments

Semester Satu

Hello guys, lama bener nih gua udah ga ngisi blog lagi. Mumpung sekarang gue lagi kosong, yaudah deh gue isi sedikit momen-momen berkesan selama semester satu gue di kampus. Oh iya by the way status gue sekarang menjadi mahasiswa Agribisnis di Universitas Gudang Mantu Universitas Gadjah Mada. Selama satu semester kemarin, menurut gue ada tiga kegiatan yang paling berkesan dan ga akan gue lupain seumur hidup gue. Langsung aja deh gue kasih tau lu semua tiga kegiatan itu apa aja.

     1.   PPSMB Palapa 2017

Formasi Logo UGM
Jadi, PPSMB Palapa 2017 (selanjutnya gue sebut PPSMB) itu merupakan ospeknya UGM guys. Nah PPSMB sendiri dibagi menjadi PPSMB universitas dan fakultas. Untuk hari ke-1 dan ke-2 itu PPSMB universitas, sedangkan hari ke-3 dan ke-4 itu PPSMB fakultas. Gue akan nyeritain dulu PPSMB univ dulu nih. Jadi, di PPSMB univ, semua gamada (Gadjah Mada Muda) yang kalo gasalah berjumlah 9000-an akan dibagi ke ratusan gugus. Di gugus itu anggotanya berasal dari berbagai fakultas di UGM. Tujuannya biar lo semua punya kenalan di tiap fakultas dan menunjukkan bahwa di UGM ga ada yang namanya rivalitas antar fakultas. Di PPSMB univ ini lo bakal dapet materi dari kakak-kakak Co-fasilitator (Cofas) tentang banyak hal deh. Gue sendiri masuk kedalam gugus Soehardi Tjahjono Barat 35. Di PPSMB ini udah ga ada yang namanya perploncoan lagi dan isinya full materi dari jam 07.00 - 15.00. Mantap kan? hahaha

Kelompok Napoleon
Selanjutnya, hari ke-3 dan ke-4 adalah PPSMB fakultas. Nah PPSMB fakultas di tiap fakultas ada namanya lho. Untuk Faperta sendiri namanya adalah PPSMB Organik, kalo fakultas yang lain ga inget dah gue wkwk. Di PPSMB fakultas materinya beda-beda satu fakultas dengan fakultas lainnya, tergantung sama bidang fakultas masing-masing. Disini gue masuk di kelompok Napoleon. Di kelompok ini ada yang dari Padang, Medan, Papua, dan yang lainnya yang ga bisa gue sebutin satu-satu. Pokoknya seru deh!

Soehardi Tjahjono 35
Nah untuk hari ke-5 isinya softskill dengan mentor. Di softskill ini kita balik lagi nih ke kelompok PPSMB univ. Kelompok gue sendiri kebagian mentornya sama Pak Kagamma, alumni psikologi UGM. Pak Kagamma sendiri berhasil membuat materi softskill kelompok gue yang pertama pada ngira ini bakal ngebosenin ternya salah. Beruntung banget kelompok gue dapet mentor kayak Pak Kagamma ini. Udah materinya dapet, fun-nya pun dapet. Kompor gas deh!

Terakhir, hari ke-6. Hari ke-6 semua Gamada dikumpulin jadi satu nih di Lapangan Pancasila. Fyi, pas itu ga boleh asal duduk semaunya guys, tetapi udah diatur sama panitia berdasarkan warna caping yang lo pakai. Nah isi dari hari ke-6 sendiri ya gitu deh, intinya panas, sumpek, dan gerah jadi satu. Acaranya dengerin orasi-orasi gitu yang diisi sama rektor, menteri alumnus UGM, dan banyak lagi. Pas acara udah kelar semua, baru deh foto-foto bareng satu gugus.

     2.  Porsenigama 2017

Kegiatan selanjutnya yaitu Pekan Olahraga dan Seni Gadjah Mada atau yang biasa disebut Porsenigama. Di Porsenigama ini, lo semua yang punya bakat di bidang olahraga dan seni bisa unjuk gigi nih. Gue sendiri di Porsenigama 2017 ikut dua cabang olahraga yaitu basket dan futsal. Jujur aja ya, dengan ikut dua cabor itu bikin gue capek bro. Bayangin aja, satu cabor itu latihannya dua kali sepekan, itu berarti gue harus meluangkan waktu gue empat kali sepekan untuk latihan. Itu belum ditambah sama ngelaprak yang gue lakuin tiga kali sepekan. Udah badan capek habis latian, terus masih ada tanggungan laprak yang harus gue kerjain. Oke sesi curhat selesai.

Basket Faperta
Cabor pertama yaitu basket. Di basket pertanian sendiri gue bertemu dengan teman-teman baru yang sangat menyenangkan. Selama gue latian bareng basket pertanian, jujur aja gue ngerasa skill gue jauh lebih baik dari gue SMA. Basket pertanian sendiri waktu Porsenigama kalah di perempat final sama fakultas teknik. Sumpah, pas lawan teknik itu bakal jadi kenangn yang ga bakal gue lupain. Bayangin aja, lu harus main lepas sedangkan suporter lawan banyak banget sampai kalo ngomong sama temen lo harus teriak-teriak. Walaupun kita kalah, tetapi ga buat kita down, soalnya di semester dua bakal ada dua event di luar UGM yang buat kita harus tetap optimis, apalagi basket pertanian jadi juara bertahan di salah satu event yang ada di Semarang.

Futsal Faperta
Cabor kedua yaitu futsal. Nah untuk futsal sendiri dilaksanain dua minggu setelah cabor basket selesai guys. Karena itu, setelah gue lolos seleksi tim futsal pertanian, gue ga bisa ikutan latian karena gue juga harus latian basket yang mulai tiga kali seminggu karena waktunya udah mepet. Baru deh setelah cabor basket selesai, gue baru bisa ikutan latian futsal. Futsal sendiri dapet peringkat empat di Porsenigama tahun ini. Di semifinal kalah sama fakultas kehutanan dan di perebutan juara ketiga kalah sama fakultas isipol. Dari futsal pertanian sendiri gue belajar kalo lo mau jadi juara, lo harus keluarin apa yang lo bisa ketika lo dikasih waktu bermain sama pelatih.

     3.  Praktikum

Nah yang kegiatan terakhir nih yang sangat berkesan, Praktikum! Meskipun praktikum masih ada di semester-semester selanjutnya, tapi siapa sih yang bisa lupain praktikum perdana lo. Sebenernya praktikum itu asyik bro, tapi lo tau ga yang bikin ga asyik? Laporannya! Fyi aja nih, semua laporan di semester satu itu ditulis tangan! Bahkan ada satu praktikum yang mewajibkan semua isi laporan harus ditulis tangan! Mulai dari cover, isi, dan grafik segala harus ditulis tangan. Bahkan gue rela ga tidur semaleman buat nulis empat laporan praktikum yang satu praktikumnya itu minimal 6 halaman.  

Praktikum di kuliah sendiri itu beda banget sama di SMA bro. Lu telat lebih dari lima menit, lu dianggap ga hadir dan ga boleh ikutan praktikum. Lu izin ga ikut praktikum? Ya lo harus praktikum sendiri dengan fakultas lain dan itu pun lo harus bayar! Ikutan praktikum pun ada syaratnya, lo harus berpakaian sesuai prosedur dan mengumpulkan laporan praktikum buat masuk lab doang! Sebelum praktikum dimulai lo harus ngerjain pre-test terlebih dahulu dengan materi mengenai bahasan praktikum yang akan lo lakuin. So, praktikum semester satu bakal gue inget seumur hidup gue, karena banyak kenangan lucu ketika lo praktikum.

Udeh gitu dulu yang bisa gue ceritain, lain kali kalo gue ada cerita atau uneg-uneg yang pengen gue share gue bakal ngisi blog lagi. Oiya nih pesan buat lo semua yang jadi mahasiswa. Kalo bisa lo jangan jadi mahasiswa kupu-kupu (kuliah pulang – kuliah pulang). Meskipun lo ga mau ikutan organisasi, ya paling ngga lo bisa ikutan kegiatan yang bisa buat nambah relasi. Soalnya relasi itu penting bro buat masa depan. Mumpung masih muda, cari teman sebanyak-banyaknya dengan ikutan berbagai macam kegiatan. Oke sekarang gue udah capek ngetik, gue cabut dulu!

Bocah Edan,

A.Dzia



Minggu, 16 April 2017

05.45 - No comments

Biarkan Aku



Kututup wajah ini dengan tangan
Bukan karena aku sedih
Tapi karena malu yang terlepas

Kutahan semua pertanyaan
Bukan karena aku lelah
Tapi karena tak ada kata terucap

Aku ingin pergi sendiri
Bukan karena aku takut
Tapi karena kau hiraukan

Tengoklah sekitar
Lepaskan pandangan liarmu
Jangan kau tak peduli
Pada apa yang terjadi

Ikhlasku
Kalau itu yang kau mau
Biarlah terbang
Karena yang terbaik akan kembali